Sabtu, 30 Mei 2015

Aku Tidak Sendiri



AKU TIDAK SENDIRI
Sebuah ilustrasi menceritakan tentang seorang anak yang berjalan dengan ayahnya. Lama kelamaan anak ini capek. Lalu yang tadinya bayangan jejak kaki terlihat di tanah empat, sekarang jadi dua. Hal ini bukan berarti ayahnya yang jalan sendiri, atau sang anak berjalan sendiri. Namun sekarang sang ayah manggendong anaknya, maka yang terlihat hanya jejak kaki ayahnya.
Guys, pernahkan kita merasa sendiri ketika menghadapi kesulitan? Dalam hidup, kita seringkali merasa sendiri, dan bertanya-tanya dimana Tuhan ketika kita mengalami kesusahan. Karena merasa beban kita sangat berat akhirnya kita tidak bisa melihat dan merasakan bahwa Tuhan yang menggendong kita dan menanggung beban itu ada bersama kita. Yesus adalah Imam Besar kita, yang pada saat kita mengalami pergumulan, maka Dia juga turut merasakannya. Dia bukan Tuhan yang membiarkan kita memikul segala sesuatu sendirian. Firman Tuhan dalam Ibrani 4:15 mengatakan, “Sebab Imam Besar yang kita punya, bukanlah imam besar yang tidak dapat turut merasakan kelemahan-kelemana kita, sebaliknya sama dengan kita, Ia telah dicobai, hanya tidak berbuat dosa.” Yesus juga merasakan kelemahan kita, Dia juga dicobai sama seperti yang terjadi pada kita.
Jika hari-hari ini kita merasa ujian semakin berat, masalah semakin banyak dan kompleks, bersukacitalah karena kita tidak sendirian menanggungnya. Imam Besar yang kita punya bukan imam besar biasa, Dia yang memikul dan menanggung beban itu bersama kita. Dia Imam Besar yang mengatakan pada kita ketika kita lemah, “Ayo Nak, bangkit dan berjalan lagi, kamu pasti bisa bersama dengan-Ku….”
“Sebab Imam Besar yang kita punya, bukanlah imam besar yang tidak dapat turut merasakan kelemahan-kelemahan kita, sebaliknya sama dengan kita, Ia telah dicobai, hanya tidak berbuat dosa” (Ibrani 4:15)
Doa: Terimakasih, Tuhan… Penyertaan-Mu membuat aku kuat menanggung semua masalahku. Amin.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar