AKU TIDAK SENDIRI
Sebuah ilustrasi menceritakan
tentang seorang anak yang berjalan dengan ayahnya. Lama kelamaan anak ini
capek. Lalu yang tadinya bayangan jejak kaki terlihat di tanah empat, sekarang
jadi dua. Hal ini bukan berarti ayahnya yang jalan sendiri, atau sang anak
berjalan sendiri. Namun sekarang sang ayah manggendong anaknya, maka yang
terlihat hanya jejak kaki ayahnya.
Guys, pernahkan kita merasa
sendiri ketika menghadapi kesulitan? Dalam hidup, kita seringkali merasa
sendiri, dan bertanya-tanya dimana Tuhan ketika kita mengalami kesusahan.
Karena merasa beban kita sangat berat akhirnya kita tidak bisa melihat dan merasakan
bahwa Tuhan yang menggendong kita dan menanggung beban itu ada bersama kita.
Yesus adalah Imam Besar kita, yang pada saat kita mengalami pergumulan, maka
Dia juga turut merasakannya. Dia bukan Tuhan yang membiarkan kita memikul
segala sesuatu sendirian. Firman Tuhan dalam Ibrani 4:15 mengatakan, “Sebab
Imam Besar yang kita punya, bukanlah imam besar yang tidak dapat turut
merasakan kelemahan-kelemana kita, sebaliknya sama dengan kita, Ia telah
dicobai, hanya tidak berbuat dosa.” Yesus juga merasakan kelemahan kita, Dia
juga dicobai sama seperti yang terjadi pada kita.
Jika hari-hari ini kita merasa
ujian semakin berat, masalah semakin banyak dan kompleks, bersukacitalah karena
kita tidak sendirian menanggungnya. Imam Besar yang kita punya bukan imam besar
biasa, Dia yang memikul dan menanggung beban itu bersama kita. Dia Imam Besar
yang mengatakan pada kita ketika kita lemah, “Ayo Nak, bangkit dan berjalan
lagi, kamu pasti bisa bersama dengan-Ku….”
“Sebab Imam Besar yang kita
punya, bukanlah imam besar yang tidak dapat turut merasakan kelemahan-kelemahan
kita, sebaliknya sama dengan kita, Ia telah dicobai, hanya tidak berbuat dosa”
(Ibrani 4:15)
Doa: Terimakasih, Tuhan… Penyertaan-Mu membuat aku kuat menanggung
semua masalahku. Amin.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar