PIKIR-PIKIR DULU
Sebut saja namanya Tina.Ia telah
menikah dengan suaminya selama 5 tahun dan dikaruniai 2 anak. Tapi ternyata
suaminya telah selingkuh sejak ia hamil anak pertama. Hal ini membuatnya
terpukul bahkan jauh lebih sakit karena suaminya selingkuh dengan adik sepupunya
kawin lari dan menghilang entah kemana. Sepuluh tahun telah berlalu, namun
hatinya masih penuh dengan kebencian.
Seorang anak wanita yang penuh
dendam kepada pembunuh ayahnya akhirnya bisa mengampuni setelah 30 tahun berada
dalam kebecian. Haruskah selama itu kita hidup dalam dendam dan kebencian.
Mengapa kita harus menunggu lama atau pikir-pikir dulu untuk mengampuni orang
lain?
Saya saat ini sedang berusaha
meyakinkan teman saya yang belum mengenal Tuhan agar ia mau mengampuni mantan
suaminya yang mengkhianati dan membawa pergi hartanya. Memang dari mulut ia
berkata “Saya sudah melupakannya.” Tetapi setiap kali ia mendengar nama
suaminya, ia marah, ia jengkel, dan hatinya dipenuhi dengan kebencian. Ini pula
yang membuat dia selalu berpikiran negative tentang pria yang berusaha
mendekatinya.
Guys, mengampuni kesalahan orang
lain, mengasihi musuh, dan melupakan semua kejahatan yang mereka lakukan, akan
melepaskan kita dari ikatan iblis yang tidak nyaman dan hanya membuat kita
terkurung dalam masa lalu yang pahit. Suasana hati kita jadi rusak sehingga
setiap hari yang baru menjadi hari yang buruk buat kita. Kita justru rugi
sendiri jika membiarkan kebencian itu akan berakar dan akan menguasai kita.
Jadi, lebih baikcabut kebencian itu sebelum ia berakar lebih dalam lagi.
“… Kasihilah musuhmu, berbuatlah
baik kepada orang yang membenci kamu.” (Lukas 6:27)
Doa: Tuhan, saya mau mengampuni
siapa pun yang pernah menyakiti saya agar hati saya dipenuhi dengan damai
sejahtera-Mu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar